Peniron : Sejarah Masjid Baituttaqwa Peniron

Sejarah Masjid Baituttaqwa merupakan masjid tertua yang berlokasi di Dukuh Rayung Desa Peniron Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Masjid Baituttaqwa yang saat ini sedang direnovasi memiliki nilai strategis dalam pembangunan bidang pendidikan dan pengembangan agama Islam serta realisasikan program pembangunan Desa Peniron.

Pelaksanaan program pembangunan desa, tokoh agama bersama jamaah masjid sangat berperan dalam sosialisasi dengan bahasa religius untuk merealisasikan program pembangunan Desa peniron.

Di bidang pendidikan mencetak generasi penerus Imtaq (Iman dan taqwa kepada Allah SWT) karena anak-anak memperoleh pengetahuan umum dan agama. Pengetahuan umum diperolah pada sekolah dasar dipagi hari dan pengetahuan agama Islam diperoleh di madrasah sore hari.

Semasa Imam Kiyai Ramli sistim pendidikan agama menggunakan kitab kuning. Sementara ustad lain seperti ustad Tuja kepada anak-anak remaja mengajarkan pembacaan Kitab Suci Al Qur’an hingga hatam 30 juz.

Kemudian semasa generasi muda waktu itu, KH Asmuni, H. Achmad Soeladi, Muslihin, Muhdi dan Mahasin mendirikan Madrasah Ibtidaiyyah sekalaigus menjadi pengajar (guru) pendidikan madrasah di Masjid Baituttaqwa pada sore hari.

Dukungan Kades Samikarya, H. Noer Sodiq dan tokoh masyarakat Madngisa hingga pak Madngisa mengikhlaskan rumahnya di dukuh Klapasawit dijadikan tempat pendidikan madrasah kerena bisa menampung banyak siswa. Pengajar dilanjutkan generasi berikutnya seperti Sariyo, Sarpin, Samijo dan lainnya.

Beliau-beliau berjuang karena Allah dengan berkorban waktu dan materi untuk pembelian buku-buku atau kitab-kitab dan sarana prasarana madrasah. bahkan hingga saat ini pak Muhdi dan Mahasin mendidirikan madrasah di Syuro (langgar) Silampeng. Pejuang-pejuang seperti inilah yang perlu mendapat perhatian Departemen Agama untuk dipertimbangkan bantuan dana atau honor mengajar agama Islam.

Perjuangan pendidikan madrasah diniyah di Masjid Baituttaqwa itulah merupakan cikal bakal terwujudnya Sekolah Madrasah Ibtidaiyyah Sultan Agung Peniron.

Perjuangan panjang dari generasi ke generasi yang tidak dapat disebutkan satu per satu telah membuktikan diri melalui pendidikan itu mencetak generasi dengan SDM dan Imtaq.

Alangkah baiknya bila terbentuk organisasi Alumni Madrasah Ibtidaiyyah Sultan Agung Peniron untuk menyumbangkan pemikiran membantu lebih lanjut kemajuan Madrasah Ibtidaiyyah Sultan Agung Peniron dimasa mendatang.
Selain mereka siswa Madrasah Ibtidaiyyah Sultan Agung Peniron yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi pada pendidikan umum, juga tidak sedikit mereka melanjutkan mendalami agama Islam di pondok pesantren.

Alangkah baiknya bagi mereka yang memiliki kemampuan ilmu agama Islam dan jiwa perantau dapat mendirikan pondok pesantren di luar pulau Jawa, terutama daerah perbatasan. Disana dapat mengembangkan agama Islam dan sekaligus sebagai pengamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peningkatan pendidikan ini tidak menghetankan jika lahir cendekiawan muslim dari Desa Peniron. Semoga. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s