Peniron : Pemerintah Desa Bebas Korupsi ??

Pemerintah Desa/Kelurahan bagian integral Pemerintah Republik Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember 2008 mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali warga Desa/Kelurahan untuk berantas korupsi sampai ke akar-akarnya hingga terwujud Pemerintahan Republik Indonesia termasuk Pemerintahan Desa/Kelurahan yang bersih dan berwibawa guna mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 yang di ridhoi Allah SWT. Amin ya robbal ‘alamiin.

Mengapa korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya?
Korupsi harus diberantas karena korupsi bertentangan dengan nilai-nilai agama, menghancurkan supremasi hukum, melemahkan tatanan pemerintahan, menggerogoti sendi-sendi demokrasi dan merusak moral bangsa serta menyengsarakan rakyat. Istilah ekstrim, kejahatan korupsi tak ubanya kejahatan teroris. Teroris melakukan pembunuhan lawan politik, sedangkan koruptor (korupsi) melakukan pembunuhan rakyat secara pelan-pelan karena kemiskinan akibat dikorupsi dana pembangunan rakyat. Oleh karena itu, konon di negara Cina (RRC) pelaku kejahatan koruptor dikenakan hukuman mati dengan ditembak. Lain lagi budaya Jepang kesadaran harakiri bunuh diri bila melakukan hal-hal memalukan (korupsi dll) dosa besar kepada negara dan bangsanya.


Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003 menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi se-dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan atas bahaya korupsi dan untuk meningkatkan peran United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) dalam upaya memerangi dan mencegah korupsi.

Pemerintah Indonesia serius melaksanakan pemberantasan korupsi, antara lain dengan . Instruksi Presiden nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi dan Pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi PBB untuk melawan korupsi dengan penerbitan undang-undang No. 7 Tahun 2006.

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2008 di silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, 6.500 siswa SMA se-DKI Jakarta serta 1.000 anggota Karang Taruna, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Dalam sambutannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan aparat penegak hukum dan seluruh komponen bangsa untuk mengawasi delapan sektor pemerintahan yang rawan praktek korupsi dan kolusi.
Kedelapan sektor tersebut adalah pertama, pendapatan negara. Kedua, wilayah anggaran APBN dan APBD. Ketiga, kemungkinan terjadinya kolusi antara penguasa dan pengusaha terutama di bidang dunia usaha. Keempat, bisnis keluarga pejabat negara yang berada di wilayah APBN atau APBD. Kelima, pengadaan barang yang sering terjadi mark-up. Keenam, penerimaan pajak dan bea cukai yang sering tidak masuk ke kas negara. Ketujuh, pendaftaran pegawai, baik pemerintah maupun swasta dengan pungutan yang tidak semestinya. Kedelapan, pengurusan ijin apapun. klik sini

Sementara itu, Para Gubernur dan Perwakilan Kepala Daerah dari seluruh Indonesia mendeklarasikan janji untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Mereka bersama Ketua KPK, Antasari Azhar mengucapkan lima janji : (1) tidak akan melakukan korupsi, (2) menciptakan generasi muda anti korupsi, (3) mengutuk segala bentuk perilaku korupsi, (4) korupsi harus dihancurkan dan dimusnahkan dari bumi pertiwi dan (5) tekat menjadikan Indonesia sebagai negeri yang bersih dari korupsi.

Perlu diketahui, Pemerintah Desa/Kelurahan sangat strategis dalam kemajuan NKRI. Terwujudnya Pemerintahan Desa /Kelurahan yang bersih dan berwibawa serta tidak ada korupsi, dengan percepatan berbagai bidang pembangunan, maka otomatis akan mengangkat keberhasilan Pemerintah Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga nasional.
Sebaliknya bila membiarkan perilaku korupsi di berbagai bidang pembangunan desa/Kelurahan berakibat gagal pembangunan yang berujung kemiskinan dan kebodohan warga masyarakat pedesaan/Kelurahan. Seandainya hal ini terjadi, berarti kegagalan Pemerintah Desa /Kelurahan dan secara hirarki keatas juga kegagalan Pemerintah Kecamatan dst.

Berkaitan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dan strategisnya Pemerintah Desa/Kelaurahan, diperlukan peningkatan pengawasan seluruh komponen warga masyarakat Desa/Kelurahan terhadap berbagai bidang pembanguan tingkat Desa/Kelurahan itu sendiri.

Dengan demikian, di tingkat Desa/Kelurahan akan muncul kader-kader anti korupsi terinspirasi kehebatan Ketua KPK, Antasari Azhar.

Semoga….

berita dugaan korupsi :
Dugaan kasus korupsi subterminal di Petanahan
Kades dan BPD dijebloskan penjara
Korupsi Rp49 Ribu, Perangkat Desa Didemo & DibuiDiduga korupsi, kades didesak mundurKades dan Sekdes Mangunranan DitahanLahmuddin Zuhri: Ketertutupan Info BLT, Peluang Korupsi Kepala DesaSidang Korupsi Kepala Desa Diwarnai Unjuk RasaKorupsi Bantuan Sosial
81 Kepala Desa di Garut Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Bumi Bangunan DKI JakartaDugaan korupsi Rp 1,25 Triliun, Ketua DPRD DKI Diperiksa KPKsinidisini

DPRD Kab Blitar Usut Korupsi PBB Rp15 Miliar – Kaligending Diduga korupsi, kades didesak mundurAnggota Dewan Tersandung KorupsiKejari Kebumen Bidik Tiga Kasus KorupsiKejari Limpahkan Kasus Korupsi Penanaman PohonDemo Dugaan Korupsi Kebumen, Massa Segel Kejati JatengNU Bentuk Gerakan Nasional Pemberantasan KorupsiNU ‘Anti Korupsi’ Gelar Training di Kebumen

One thought on “Peniron : Pemerintah Desa Bebas Korupsi ??

  1. Peniron sebuah desa terpencil, dengan penduduk cukup banyak, hamparan sawah tadah hujan yg sering kehabisan air. Penduduknya beragam dari yg abangan, setengah, sampai muslim ortodox.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s