Peniron : Hutan Gundul, Gotong Royong Tanam Pohon Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Sejatinya warga Peniron berjiwa pejuang dan gotong royong dalam berbagai bidang pembangunan termasuk pertanian, perkebunan dan kehutanan, namun karena satu dan lain hal terjadi penggundulan kawasan lahan hutan yang mengakibatkan benjana banjir diwaktu musim hujan dan paceklik dimusim kemarau. Kerusakan hutan bukan hanya di peniron tetapi sudah merambah berbagai daerah hingga belahan dunia yang berdampak negatif terjadinya pemanasan global. Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Kejadian kerusakan hutan ini akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ar Ruum ayat 41 : telah terjadi (tampak) kerusakan (malapetaka) di darat dan dilaut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebahagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam upaya memasyarakatkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 28 November 2008 sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Penetapan tersebut dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai awal dimulainya penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan menanam pohon tersebut dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember, sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.Untuk jelasnya klik sini

Dalam rangka mensukseskan program pemerintah pusat, para Gubernur, Bupati, Walikota, Camat hingga Lurah/Kepala Desa melaksanakan penanaman pohon di wilayah masing-masing. Kalangan akademisi sepertiUnit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam STIE Putra Bangsa bekerja sama dengan Departemen Kehutanan Kabupaten Kebumen melakukan kegiatan penanaman seribu pohon yang berlokasi di pesisir pantai Menganti. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penghijauan kembali wilayah pantai pesisir yang sudah gundul dan sangat mengancam ekosistem wilayah pesisir pantai.

Sekilas cerita kelestarian hutan dimasa lampau. Diwaktu kecilku sempat menikmati indahnya kawasan hutan dengan Gunung Mbrujul nan molek, mendengar burung berkicau, terkadang mendapat telor atau anak burung hutan untuk dipelihara. Di Kali Cungkup, sekitar jembatan yang menghubungkan Dukuh Rayung – Krajan, dahulu terdapat air kedung dengan kedalaman cukup berbahaya bagi yang tidak biasa berenang. Secara alamiah di sekitar lokasi tersebut, dijadikan sarana olah raga renang/menyelam dan sepak bola di pelataran pasir. Latihan ketangkasan renang dan menyelam dengan mengambil batu dalam air. Caranya sebuah batu diberi tanda tertentu, kemudian batu tersebut dilempar ke Kedung dan semua peserta berebut lari berenang dan menyelam untuk mengambil batu. Siapa tercepat mendapatkan batu, maka dialah pemenangnya dan sekaligus dianggap sebagai ketua kelompok. Itulah sistim rekruitmen kepemimpinan masa remaja. Memang masa remaja…masa paling… Demikian juga permainan sepak bola. Bolanya made in home industri peniron, bahannya tebuat dari pelapah pohon pisang dikeringkan seperti tali rapia, kemudian diurai diikat-ikat hingga sebesar bola, maka jadilah bola. hahaha…kasihandilo…tapikreatip…

Keberhasilan kelestarian hutan waktu itu, berkat kordinasi terpadu antar Umaro (Pemdes/Kades) – Ulama – Pendidikan – Mantri Kehutanan dan penegakkan supremasi hukum. Pendidikan SD memberikan pelajaran pentingnya kelestarian hutan karena hutan berfungsi penyerap air, menjaga ekosistem lingkungan hidup dan hutan sebagai pertahanan keamanan negara. Para Ulama ( KH Asmuni Cs) dalam pendidikan madrasah dan pengajian menjelaskan betapa pentingnya pelestarian hutan dan menanam pohon karena menanm pohon adalah amal kebaikan dan hanya tiga perkara yang dibawa mati yaitu amal, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh mendoakannya. Tambahan mata pelajaran diluar kurikulum, adalah kerja bakti kebersihan lingkungan dan menanam pohon di lahan kritis. Selain itu, dukungan kalangan seni budaya tradisi lisan seperti janeng, rebana, ebeg (kuda lumping) dan wayang kulit melalui seni tari, cerita dan dongeng menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat pentingnya kerukunan, tanam pohon untuk anak cucu dan lestarikan hutan guna keselamatan alam juga makmur gemah repah loh jinawe.

Pada masa kepemimpinan Kades Samikarya (almarhum) dengan petugas keamanan hutan Dulah Sentu (almarhum) bertindak tegas terhadap pelaku penebangan kayu di hutan hingga diproses secara hukum. Tim keamanan kehutanan sering melakukan patroli memburu pelaku perambah hutan dan mereka merasa bersalah berlari terbirit-birit bermain kucing-kucingan bagaikan film perang. Kayu tebangan dan senjata tajam berupa petel, gergaji, parang dll dikumpulkan sebagai barang bukti dilaporkan kepada kepolisian untuk proses hukum.

Demikian sekilas uraian betapa pentingnya penanaman pohon dan kelestarian hutan. Menanam pohon sama dengan menyimpan emas cepat diuangkan untuk kebutuhan mendesak. Kelestarian hutan multi mafaat, pengairan yang lancar akan meningkatkan hasil pertanian.

Berkaitan pentingnya kelestarian hutan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia tersebut, seyogyanya kita semua harus berpartisipasi mensukseskan program pemerintah dengan penanaman pohon di wilayah Desa Peniron. Kades Peniron melakukan kordinasi dengan Dinas Kehutanan Kebumen dan Instansi terkait untuk pelaksanaan program ini termasuk mendapatkan bibit pohon gratis untuk masyarakat. Melibatkan peran Ulama, tokoh masyarakat, Kepala Sekolah dan mengoptimalkan kinerja perangkat desa.

Tidak kalah pentingnya peran teman-teman didunia maya (internet) ini menyumbangkan pemikiran solusi terbaik “bagaimana cara tercepat terwujudnya reboisasi kawasan hutan dan memasyarakatkan penanaman pohon di lahan warga masyarakat masing-masing.
Terima kasih dan silahkan lanjutkan….

2 thoughts on “Peniron : Hutan Gundul, Gotong Royong Tanam Pohon Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

  1. saran buat teman2 di peniron :
    – bentuk panitia penanaman pohon
    – inventarisir berapa jumlah bibit pohon untuk lahan hutan dan lahan tanah milik warga masyarakat se peniron untuk diberikan bibit secara gratis oleh panitia.
    – pantia membuat proposal berapa dana yang dibutuhkan untuk membeli bibit dan keperluan pembiayaan acara tersebut. susunan acara misalnya, lokasi sekitar gunung mbrujul, pembuka acara sekaligus awal penanaman pohon oleh Bupati Kebumen atau pejabat yang ditujuk dan bunyikan suara sirine, kibarkan bendera sang merah putih diatas gunung mbrujul, ditutup dengan doa dll. beritahukan mass media seperti radio dan wartawan termasuk penironku untuk meliputnya. wo..beritabesar…
    – proposal tersebut sampaikan kepada Bupati Kebumen, Ketua DPRD Kebumen, Kepala Dinas Kehutanan Kebumen, Camat Pejagoan, para anggota DPRD Tk-II Kebumen dan DPRD Tk-I Provinsi Jawa Tengah serta para caleg (calon legislatif) pemilu 2009.
    – beliau-beliau akan mendukung dengan memberikan bantuan berupa uang ataupun berupa bibit pohon dll sesuai kebutuhan warga masyarakat peniron karena penanaman pohon sebagai reaalisasi keputusan pemerintah yang harus dilaksanakan bersama. Insya Allah.
    – lalu bagaimana kang, jika tidak ada dukungan. sebagai generasi muda cerdas demi kepentingan rakyat acara pelaksanaan tanam pohon terus berjalan sesuai kemampuan dan swadaya masyarakat.
    – jikaklo ad wakil rakyat dan caleg yang tidak memihak kepentingan rakyat dan tidak melaksanakan keputusan pemerintah, ya tidak usah dipilih pada pemilu 2009. hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s