Peniron : Pemilihan Kadus secara langsung ???

Era globalisasi, reformasi dan otonomi daerah hingga otonomi desa terus berjalan seiring dinamika warga desa itu sendiri. Pemerintah Desa Peniron telah melakukan terobosan transparasi menggunakan jaringan internet. Seperti formasi perangkat desa Peniron, 1 orang untuk Kaur Kesra dan 1 orang untuk Kadus Rayung, Syarat Usia 20 – 30 tahun, Pendidikan minimal SLTP/sederajat, Bertempat tinggal tetap di desa Peniron minimal 2 (dua) tahun berturut-turut, Menyerahkan surat lamaran dengan tulisan tangan sendiri dan dilampiri foto copy ijazah, foto copy KTP, SKCK, Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah dan isian formulir2 yang disediakan Panitia, Untuk posisi Kadus Rayung harus berdomisili dan tercatat sebagai warga Rayung, Menyerahkan pas foto berwarna dan Membayar biaya administrasi Rp. 850.000,- (Delapan ratus lima puluh ribu rupiah). untuk jelasnya, silahkan kliki sini.

Jabatan perangkat desa termasuk strategis dalam sistim pemerintahan NKRI karena sebagai unjung tombak penggerak masyarakat pedesaan. Kemajuan berbagai bidang Pemerintah Desa akan mengangkat keberhasilan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Provinsi hingga tingkat nasional.

Masalah yang menjadi pembahasan adalah bagaimana cara rekruitmen dan pemilihan dengan menghasilkan kader terbaik yang memiliki jiwa pejuang pembangunan, Pancasilais, iman dan taqwa kepada Allah SWT. Setelah duduk bertanggungjawab melaksanakan tugas pelayanan warga masyarakat dan bukan minta dilayani warga masyarakat

Nah masalah uang pendaftaran sebesar Rp.850 ribu apakah dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan peraturan yang berlaku. Era Reformasi ini satu sen-pun uang dari warga/rakyat harus dipertanggungjawabkan. Apa dasar hukumnya dan itulah perlu penjelasan kepada warga masyarakat. Dampak negatif pengeluaran biaya tinggi calon perangkat desa, maka setelah duduk dapat mempengaruhi kinerjanya tidak sesuai harapan warga masyarakat. Dampak lainnya adalah bagaimana nasib kader terbaik dan disukai warga masyarakat tetapi miskin tidak mampu membayar pendaftaran calon perangkat desa ? Padahal mungkin dia memliki konsep jitu seperti terinspirasi terpilihnya Barack Husein Obama sebagai Presiden Amerika Serikat. he.he.he..
Sistim pemilu di Indonesia pun sudah dilaksanakan pemilu legislatif untuk memilih langsung wakil-wakil rakyat di DPR/DPD/DPRD, pemilu Presiden/Wakil Presiden dan pemilihan langsung kepala desa ternasuk desa peniron. Terus kepriye, bisakah pemilihan kepala dusun secara langsung (Pilkadussung) terhadap pemilihan kadus dukuh rayung peniron ? Tentunya disesuaikan dengan kondisi setempat.
Pemerintah Kabupaten Kebumen perlu memperhatikan perkembangan masyarkat desa sebagai masukan pengambilan kebijakan atau keputusan, termasuk sistim pemilihan kades dan pengangkatan perangkat desa.
Silahkan apa yang terbaik buat desa peniron, karena yang baik akan dicontoh desa daerah lain di Indonesia. hebat kang.. peniron ….jerene …

One thought on “Peniron : Pemilihan Kadus secara langsung ???

  1. Ide yg sgt menarik Kang.. Ide pilkadus langsung sering diwacanakan tp ya baru sebatas itu.

    Sebelumnya BPD bahkan siap memfasilitasi pilkadus langsung. Ttp skrg diam krn kondisi Panitia sendiri kacau balau krn ketidakkemampuannya. Menyedihkan dan ngisin2i.

    Terus, kita sebenarnya bs saling mendukung dan melengkapi.
    Jadi mari bergabung dg temen Kang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s